Selasa, 14 Mei 2013

makalah periodisasi sastra angkatan 66



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pembagian zaman atau periodisasi sastra Indonesia modern sampai saat ini memang masih menjadi tahap perdebatan. Bagaimanapun banyaknya pembabakan waktu yang pernah diajukan dalam sejarah sastra Indonesia, namun pembabakan yang telah umum dipakai selalu kembali pada nama-nama angkatan. Angkatan demi angkatan itu muncul hampir 10 tahun atau 15 tahun sekali. Jadi dapatlah pula kita menamakan angkatan-angkatan itu sebagai generasi berdasarkan usianya. Tiap 10 atau 15 tahun sekali di Indonesia selalu muncul angkatan baru dalam sastra Indonesia. Selama waktu itu pengalaman dan situasi masing-masing generasi rupanya agak berbeda sehingga melahirkan ciri-ciri tersendiri pada angkatannya.
Masing-masing angkatan sastra dimulai dengan munculnya sekumpulan sastrawan yang tahun kelahirannya hampir sama dan menulis dalam gaya yang hampir sama dalam majalah atau penerbitan yang sama. Sastra Balai Pustaka dimulai tahun1920. Para penulis Balai Pustaka yang mula-mula menulis sekitar tahun 1920-an adalah mereka yang dilahirkan sekitar tahun 1895-an. Ada yang lebih dahulu ada yang lebih kemudian. Sastra Pujangga Baru diisi oleh para sastrawan yang dilahirkan sekitar tahun 1910-an.








B.     Rumusan Masalah
a.       Bagaimanakah sejarah angkatan 66?
b.      Apa sajakah ciri-ciri karya sastra angkatan 66?
c.       Apa gaya bahasa angkatan 66?
d.      Apa unsur estetik angkatan 66?
e.       Siapa sajakah pengarang angkatan 66 dan apa sajakah karya pengarang tersebut?




C.     Tujuan Masalah
a.       Mengetahui sejarah angkatan 66.
b.      Mengetahui ciri-ciri karya sastra angkatan66.
c.       Mengetahui gaya bahasa angkatan 66.
d.      Mengetahui unsur estetik angkatan 66.
e.       Mengetahui pengarang dan karyanya angkatan 66.












BAB II
PEMBAHASAN

Sejarah Angkatan 66

Angkatan ini ditandai dengan terbitnya majalah sastra Horison. Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra, munculnya karya sastra beraliran surrealistik, arus kesadaran, arketip, absurd, dan lain-lain pada masa angkatan ini di Indonesia. Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya karya sastra pada masa angkatan ini. Sastrawan pada akhir angkatan yang lalu termasuk juga dalam kelompok ini seperti Motinggo Busye, Purnawan Tjondronegoro, Djamil Suherman, Bur Rasuanto, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia, H.B. Jassin.Seorang sastrawan pada angkatan 50-60-an yang mendapat tempat pada angkatan ini adalah Iwan Simatupang. Pada masanya, karya sastranya berupa novel, cerpen dan drama kurang mendapat perhatian bahkan sering menimbulkan kesalahpahaman; ia lahir mendahului jamannya. Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam, Ikranegara, Leon Agusta, Arifin C. Noer, Akhudiat, Darmanto Jatman, Arief Budiman, Goenawan Mohamad, Budi Darma, Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Wing Kardjo, Taufik Ismail dan banyak lagi yang lainnya.







Ciri-ciri Angkatan 66

·         Mulai dikenal gaya epik (bercerita) pada puisi (muncul puisi-puisi balada).
·         Puisinya menggambarkan kemuraman (batin) hidup yang menderita.
·         Prosanya menggambarkan masalah kemasyarakatan, misalnya tentang perekonomian yang buruk, pengangguran, dan kemiskinan.
·         Cerita dengan latar perang dalam prosa mulai berkurang, dan pertentangan dalam politik pemerintahan lebih banyak mengemuka.
·         Banyak terdapat penggunaan gaya retorik dan slogan dalam puisi.
·         Muncul puisi mantra dan prosa surealisme (absurd) pada awal tahun 1970-an yang banyak berisi tentang kritik sosial dan kesewenang-wenangan terhadap kaum lemah.

Gaya Bahasa Angkatan 66
Menegakkan keadilan dan kebenaran berdasarkan Pancasila dan UUD 45, menentang komunisme dan kediktatoran,  bersama Orde Baru yang dikomandani Jendral Suharto ikut menumbangkan Orde Lama, mengikis habis LEKRA dan PKI. Sastra Angkatan ’66 berobsesi menjadi Pancasilais sejati. Yang paling terkenal adalah “Tirani” dan “Benteng” antologi puisi Taufiq Ismail. Hampir seluruh tokohnya adalah pendukung utama Manifes Kebudayaan  yang sempat berseteru dengan LEKRA.






Unsur Estetik Angkatan 66
Angkatan ini lahir di antara anak-anak muda dalam barisan perjuangan. Angkatan ini mendobrak kemacetan-kemacetan yang disebabkan oleh pemimpin-pemimpin yang salah urus. Para mahasiswa mengadakan demonstrasi besar-besaran menuntut ditegakkannya keadilan dan kebenaran.
Ciri-ciri sastra pada masa Angkatan ’66 adalah: bercorak perjuangan antitirani, protes politik, anti kezaliman dan kebatilan, bercorak membela keadilan, mencintai nusa, bangsa, negara dan persatuan, berontak terhadap ketidakadilan, pembelaan terhadap Pancasila, berisi protes sosial dan politik. Hal tersebut diungkapkan dalam karya sastra pada masa Angkatan ’66 antara lain: Pabrik (Putu Wijaya), Ziarah (Iwan Simatupang), serta Tirani dan Benteng (Taufik Ismail).

Penulis dan Karya Sastra










BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tersebut, penulis dapat mengemukakan beberapa simpulan berikut :
1.      Angkatan Sastra tahun 1966 dilatarbelakangi oleh keinginan menegakkan keadilan, protes sosial dan politik.
2.      Tokoh yang terkenal dalam angkatan ini salah satunya adalah Sutardji Calzoum Bahri.
3.       Salah satu ciri sastra pada masa Angkatan 66 adalah menonjolkan dengan menegakkan keadilan dan kebenaran berdasarkan Pancasila dan UUD 45, menentang komunisme dan kediktatoran.

3.2. Saran
Disarankan  kepada seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia agar lebih giat lagi mempelajari matakuliah Apresiasi Prosa mengingat pentingnya pengetahuan akan pembentukan kata bagi calon tenaga pengajar. Oleh karena itu, kami selaku penulis berharap agar makalah ini mampu menjadi tambahan referensi untuk memahami angkatan pujangga baru dengan baik dan benar.






Daftar Rujukan
Agni, Binar. 2008. Sastra Indonesia Lengkap. Jakarta:Hi Fest Publishing.

     SastraHolic. 2008. Sejarah singkat tentang Angkatan 66, (Online),  (http://sastralife.wordpress.com/sastra-indonesia/sejarah-singkat-tentang-angkatan-66/), diakses pada tanggal 20 Mei 2012.


Wulandari, D. 2010. ciri-ciri karya sastra angkatan 1966, (Online), (http://cafesenja.blogspot.com/2010/12/ciri-ciri-karya-sastra-angkatan-66_05.html), diakses pada tanggal  20 Mei 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar